Faktor Pemicu Proses Penuaan

Faktor Pemicu Proses Penuaan


Menjadi lansia tidak bisa dihindari karena merupakan tahapan dalam prose kehidupan manusia. Karena itu, menjadi lansia yang ehat dan produktif perlu diupayakan. Proses menjadi tua sebenarnya dimulai ketika terjadi pembuahan. Proses ini terus berlangsung sampai seseorang tutup usia. Proses ini bisa terjadi secara perlahan, bisa juga terjadi sangat drastis dan cepat. Mendapatkan kembali masa muda yang nyaris ditinggalkanatau telah berlalu, bukan hal yang tidak mungkin. Kita bisa memperpanjang dan membuat suatu kondisi agar selalu berada dalam wilayah masa muda. Tetap energik, sehat, bugar dan bersemangat tanpa merasa lemah dan tanpa harus dililit berbagai penyakit. Tips  agar tetap muda derdapat pada kepintaran seseorang menyiasati faktor pemicu proses penuaan.

            Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kecepatan seseorang menjadi tua, baik yang dapat dikendalikan maupun tidak dapat dikendalikan. Dra. Emma  W menuliskan dalam bukunya Tetap Bugar di Usia Lanjut, adanya 3 faktor yang memicu proses penuaan, yaitu genetik, endogenik, dan lingkungan.

Faktor Genetik

Kondisi ini adalah faktor bawaan (keturunan), dan setiap orang memiliki faktor genetika yang berbeda-beda.

Penuaan Dini

Orang yang memiliki keturunan penuaan dini harus waspada dan berusaha mencegah efek negatif faktor genetikanya.

Penyakit Turunan

Orang yang memiliki penyakit turunan, seperti penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes, harus memperhatikan dan menjaga pola makan serta kegiatannya.

Perbedaan Tingkat Intelegensia

Umumnya orang yang memiliki intelegensia tinggi lebih lambat menjadi tua. Itu karea ia aktif berpikir dan melatih kemampuan intelektualnya sehingga memperlambat proses penuruan fungsi otak.

Warna Kulit

Kulit putih akan cepat mudah terkena osteoporosis dari pada merea yang berkulit hitam.

Kepribadian

Orang yang berkeinginan tinggi, bekerja keras, dan dikejar-kejar tugasnya, lebih mudah tersinggung.

 

Faktor Endogenik

Faktor ini berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi secarafisik (perusakan sel) maupun mental.

Fisik

  • Keadaan tubuh.  Daya motorik otot menurun sehingga membuat orang sulit bergerak. Jumlah air didalam tubuh berkurang. Kondisi kandungan tulang akan selalu menurun disebabkan keadaan tulang mulai rapuh, sementara perkembangan tulang sudah berhenti.
  • Pencernaan. Daya penciuman dan perasa menurun. Hal ini menyebabkan turunnya selera makan yang berakibat kekurangan gizi. Menurunnya produksi asam lambung dan enzim pencernaan, memengaruhi penyerapan vitamin dan zat-zat lain pada usus.
  • Kekebalan tubuh. Menurunnya keadaan tubuh memproduksi antibodi pada masa umur lanjut usia, kekebalan tubuh pun akan menurun. Hal ini membuat lansia rentan terhadap berbagai macam penyakit.
  • Jantung. Perubahan kolagen dan elastin dalam dinding arteri disebabkan oleh jantung akan melemah dikarenakan elastisitas pembuluh arteri melemah.
  • Pernapasan. Kerja paru-paru mulai melemah akibat berkurangnya elastisitas serabut otot yang mempertahankan pipa kecil dalam paru-paru tetap terbuka. Kondisi melemahnya fungsi ini akan lebih susah jika orang bersangkutan memiliki kebiasaan merokok dan kurang berolahraga.
  • Otak dan saraf. Menurunnya kemampuan fungsi otak melemahkan daya ingat.
  • Metabolisme tubuh. Penurunan fungsi hormon dalam tubuh. Penurunan hormon seks pada wanita terjadi menjelang menopause.
  • Eksresi. Melemahnya aliran darah ke ginjal disebabkan menurunnya jumlah nefron, adalah unit yang berfungsi mengekstrak kotoran dari darah dan membuangnya ke urine. Hal ini menyebabkan peningkatan volume urine dan frekuensi pengeluaran urine.
  • Tulang. Pengurangan massa tulang karena pertambahan usia. Kondisi ini juga  karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat Ca (kalsium), jarang berolahraga, menopaue dini, dan hilangnya selera makan (anoreksia)

 

 

Mental

Ada 3 faktor yang memengaruhi perubahan mental:

  • Kepribadian. Orang yang berkepribadian tenang akan lebih gampang menerima apa yang mereka terima dan berpikir positif ketika memasuki masa lansi, sedangkan Apabila orang  memiliki pencapaian tinggi dan sering dikejar-kejar waktu, akan cenderung cepat stres, gelisah, frustasi, dan merasa diremehkan pada masa lansianya.
  • Sosial. Perilaku berbaur dengan orang lain yang kurang baik dapat berdampak negatif pada penyesuaian diri lansia.
  • Budaya Budaya/kebiasaan Timur lebih menghargai orang tua, dan menganggap mereka sebagai orang yang bijaksana dan pantas dijadikan panutan.

Faktor Lingkungan

            Hal-hal yang termasuk faktor ini adalah diet atau mengonsumsi makanan yang bergizi, merokok, minum alkohol atau kafein, polusi, tingkat pendidikan, penghasilan, obat-obatan, penyinaran sinar ultra violet, dan sebagainya.

            Umur biologis seseorang ditentuan oleh nasib pembuluh darah tubuhnya, sel tubuh menjadi tetap bugar bila pasokan makanan dan oksigen ke setiap sel tubuh selalu cukup dan lancar. Makanan untuk sel mencukupi bila menu harian memadai, dan pernapasan longgar. Makan itu memerlukan pemasok untuk bisa tiba ke dalam sel tubuh. Menu yang mencukupi dan napas yang masih longgar belum menjamin kebutuhan sel tubuh terpasok sempurna jika pembuluh darah lamban bekerja. Aliran darah melamban dan tekanan darah cenderung meninggi lebih buruk lagi, bila didingnya juga berkarat lemak atau atherosklerosis, dan menjadi malapetaka bila terjadi kedua-duanya.

            Dengan bertambahnya umur, ibarat selang air, pembuluh darah tubuh sudah semakin kaku. Pipa pembuluh yang kaku tak banyak lagi menolong kerja jantung memompadarah agar darah bisa lancar mencapai bagian ujung-ujung tubuh, lalu mengirimkannya kembali ke jantung. Kelemahan ini juga menjadi bagian proses menua. Namun karat lemak tak perlu terjadi jika lemak darah atau kolesterol dan trigliserida tidak dibiarkan tinggi. Pembuluh darah juga terawat baik bilapopanya cukup mendapatkan nutrisi (protein, mineral, vitamin, dan elemen lainnya), dan tekanan darahnya tidak dibiarkan tinggi untuk waktu yang lama. Memburuknya nasib pembuluh darah, khususnya pembuluh koroner, otak, mata, dan ginjal, ikut menentukan umur induk semangnya.

            Kalau saja penyakit-penyakit budaya modern, seperti menyukai menu restoran, kurang gerak badan, stres, dan kegemukan, tidak dibiarkan, maka penyakit-penyakit yang merongrong di usia tua pun bakal tidak muncul. Umur seseoramg juga ditentukan oleh faktor gen atau genetic clock, mutasi somatik, runtuhnya sistem kekebalan, kerusakan oleh radikal bebas, dan metabolisme yang salah. Selama sekian tahun, ilmu pengetahuan dan kedokteran semakin mampu menyiasati agar faktor-faktor yang membuat lekas tua umur tersebut dihambat. Penyakit usia lanjut itu antara lain encok, darah tinggi, jantung, paru-paru, kencing manis, stroke, kanker, patah tulang, dan akibat dropattack.

            Yang jelas, penurunan proses menua tak sama pada setiap orang. Hanya bila tubuh anda dirawat dengan selalu memberikan pasokan makanan yang lengkap dan oksigen cukup, maka organ-organ tubuh yang layu sebelum waktunya dalam proses degeneratif pun tak perlu terjadi.

            Ada tiga kemungkinan penyebab sel tubuh kekurangan makan atau menu harian di bawah standar, yaitu pipa pembuluh pemasok yang sudah rusak,usus sebagai dapur dan mesin tubuh yang karatan, atau campuran keduanya. Pada usia lanjut, porsi makan Anda cenderung kian mengurang, namun kebutuhan tubuh anda pada zat gizi justru tidak berkurang. Penyakit gizi orang-orang modern terjadi bila variasi menu harian terbatas itu-itu saja lagi atau mono diet.