Hubungan Makanan dengan Penuaan Dini

Hubungan Makanan dengan Penuaan Dini


              Seiring bertambahnya usia, maka anda mulai menuju usia lanjut dan tubuh bisa rapuh. Dan lagi, penuaan adalah hal yang tidak bisa di cegah. Tak ada satu pun obat atau bahan kimia yang dapat menjaga dan membuat anda tidak menjadi tua. Menjadi tua bukan berarti anda harus membiarkan dan tak merawat kesehatan. Anda justru harus semakin ketat menjaga tubuh anda. Status kesehatan anda mencerminkan otobiografi menu harian anda jenis nutrisi setiap harinya. Sebagian tiadk bisa dibuatnya sendiri dan mengandalkan dari menu harian. Asupan makanan merupakan sebuah kebutuhan primer dalam kelangsungan hidup.

            Jika tidak ada asupan makanan, minimal air putih, beberapa jam saja, maka yang akan dirasakan adalah lapar. Apalagi jika perut kita sama sekali tidak mendapatkan asupan makanan beberapa hari, bukan tidak mungkin kita akan mengalami kematian.

            Meskipun banyak produk anti penuaan (anti-aging) terdapat di market, cara efektif memperlambat penuaanadalah dengan mengasup makanan sehat yang tepat. Faktor makanan sangatlah penting bagi kaum lansia yang fungsi metabolisme tubuhnya sudah semakin menurun. Apalagi perlu diwaspadai, bahwa menurunya daya inderaperasa dan penciuman dapat mengakibatkan mereka tidak punya selera makan. Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, mereka akan mudah terkena penyakit kekurangan gizi atau anoreksia. Namun, tahukah anda, ternyata makanan pun bisa menyebabkan penuaan. Selain beberapa faktor penyebab penuaan dini, sebagaimana telah dijelaskan, maka pola kebiasaan juga berpengaruh pada penuaan dini.

            Diet sehat adalah solusi terbaik untuk mencegah penuaan dini. Makanan yang memiliki efek antipenuaan adalah yang mengandung antioksidan. Antioksidan mempunyai kemampuan memperlambat proses penuaan dan membantu mencegah berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.

            Nah, sebelum mengonsumsi makanan sehat untuk awet muda atau lansia dini, sebaiknya anda perlu mengetahui sedikit banyaknya makanan yang hampir dikonsumsi setiap hari yang berpengaruh terhadap proses percepatan pada penuaan dini, sebagaimana akan didalami berikut ini.

Makanan Mengandung Olestra (Lemak Sintesis)

            Para ahli telah berhasil membuat produk semacam lemak, yaitu poliester sukrosa dengan minyak makan yang disebut sebagai olestra. Olestra atau juga dikenal dengan nama merek Olean, adalah pengganti lemak yang tidak menambah lemak, kalori, atau kolesterol untuk produk pangan.        Olestra juga menyebabkan perut mules dan diare, sehingga membuat penderitanya menjauhi sayur dan buah yang baik untuk kesehatan. Sebuah penelitian juga telah menyatakan bahwa olestra menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Risiko Jantung Koroner

            Sebuah studi yang dilakukan di Amerika terhadap 80.000 orang wanita, menunjukkan:

  • Setiap peningkatan 5 persen konsumsi asam lemak jenuh akan meningkatkan risik penyakit jantung koroner hingga 17 persen.
  • Peningkatan konsumsi  asam lemak sintetis sebanyak 2 persen bahkan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 93 persen

Betapa besar andil konsumsi asam lemak sintesis terhadap penyakit jantung koroner.

Daging Mengandung Nitrat

            Memakan daging mungkin bisa menjadi pantangan bagi beberapa orang, terutama para vegetarian. Meski tidak melulu merugikan namun demi kesehatan memang sebaiknya jangan terlalu sering makan daging. Pernahkah anda berpikir untuk menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet? Sering kali kita ragu membeli beberapa produk makanan yang mengandung nitrat. Kandungan ini sering kali kita jumpai pada produk-produk daging olahan, seperti bakso, sosis, daging asap, makanan kaleng, dan yang lainnya. Anak-anak sering kali menyukai produk-produk olahan tersebut sehingga kita ragu memustuskan apakah kita boleh mengonsumsi produk tersebut? Percayakah anda, ternyata nitrat yang kita hindari, tanpa sadar kita konsumsi hampir setiap hari. Mengejutkan sekali bukan?

            Nitrat yang kita jumpai pada produk olahan adalah utuk mempertahankan warna daging agar tetap berwarna merah. Di samping itu, nitrat memiliki fungsi untuk mengatasi mikroba yang merugikan sehingga daging tetap awet. Ketika sudah berada di dalam tubuh, nitrit akan membentuk nitrosamin, sedangkan nitrosamin adalah salah satu bahan kimia yangkuat dan dapat menyebabkan kanker. Jika ingin lebih sehat dan terpaksa memakan daging, sebaiknya carilah daging organik atau daging yang dijual oleh peternak lokal yang tidak diberi nitrat.

            Namun, kalau memang terpaksa anda harus memakan makanan yang mengandung nitrat, perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin c, ini merupakan pencegahan terjadinya perubahan dari nitrit ke nitrosamine dalam perut. Lebih bijaksana, bila anda ingin makan daging, usahakan untuk selalu memakan daging alami yang tidak diawetkan. Dan perlu diingat, memakan daging sebaiknya tidak setiap hari. Beri jeda tubuh karena daging adalah makanan yang sulit dicerna. Namun daging bisa tetap diperlukan untuk alasan pertumbuhan, terutama bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

            Mengonsumsi daging juga harus diimbangi dengan makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, serta jangan lupa untuk melakukan olahraga secara rutin guna menunda penuaan dini. Anda diharapkan bersifat bijak dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi dan tidak berlebihan mengonsumsi suatu produk pangan, terutama pangan olahan yang umumunya menggunakan bahan tamabahan pangan.

Nitrat versus sindrom bayi biru

            Penggunaan nitrat sebagai bahan pengawet untuk mempertahankan warna daging ternyata menimbulkan efek yang sangat berbahaya bagi kesehatan, karena nitrat dapatberikatan dengan amino pada protein daging dan membentun turunan nitrosoamin yang bersifat racun (toksik).

            Nitrat toksikosis pada manusia karena dapat menyebabkan kondisi methemoglobinemia, yaitu tidak dapat terbawa oksifen. Kondisi ini mengakibatkan kekurangan oksigen di jaringan organ-organ tubuh. Khusus untuk bayi yang rentan terhadap methemoglobinemia karena nitrat, erat kaitannya dengan kasus sindrom bayi biru.

Lemak Jenuh Produk Hewani

             Ibu-ibu rumah tangga pada saat ini mulai mempertimbangkan jenis minyak apa yang akan digunakan untuk memasak makanan. Oleh karena itu, hal penting untuk menghadapi keadaan ini adalah dengan mengetahui jenis, efek, dan manfaat lemak itu sendiri.

Lemak yang terdapat pada daging, kulit unggas, dan segala jeroan atau organ dalam binatang, mengandung lemakjenuh yang dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan cardiac disease, seperti serangan jantung dan stroke. Makanan ini juga dapat mengakibatkan obesitas dan penuaan dini. Lemak jenuh hewan terdapat di mana-mana. Daging sapi yang mengandung lemak, kulit ayam, keju, susu dan krim,merupakan beberapa produk pangan asal hewan yang tinggi lemak jenuh. Mengonsumsi lemak jenuh berlebihan dapat memicu penyakit kardiovaskuler dan kanker. Selain itu lemak jenuh tidak dapat dicerna dengan baik dan menyebabkan kegemukan. Sudah jelas bahwa terlalu banyak makan makanan berlemak memberikan efek buruk bagi kesehatan, seperti penyakit jantung, kolesterol, diabetes, dan beberapa jenis kanker.