Makanan Perusak Organ Tubuh

Makanan Perusak Organ Tubuh


           Para Ilmuwan yang melibatkan diri dalam berbagai penelitian melaporkan bahwa makanan daging, di samping mengandung banyak penyakit dan merupakan salah satu faktor penunjang penyakit kanker dan jantung, juga mempunyai faktor-faktor lain yang dpat merusak organ-organ tubuh manusia.

Ginjal dan Hati

            Organ-organ utama yang menderita bila seorang makan banyak daging ialah ginjal dan hati. Mengapa? Pada tubuh manusia maupun binatang yang hidup, senantiasa dibentuk sampah yang harus dikeluarkan oleh alat-alat pembuang. Sampah inilah yang disebut ekstrak, dan ekstrak inilah yang memberikan rasa khas dari pada daging tersebut. Bila kita memakan daging hewan, maka sampah-sampah hewan ini bersama dengan dagingnya harus dikeluarkan dari alat-alat pembuang kita, agar keracunan dapat dicegah. Ini berarti membebankan alat-alat pembuang dengan pekerjaan tambahan terutama ginjal.

            Gangguan pada ginjal sering juga terjadi bagi mereka yang makan banyak daging, oleh sebab terlalu banyak protein yang dimasukkan dalam tubuh. Telah lama dilaporkan bahwa kadar makanan yang berprotein tinggi cenderung untuk menyebabkan pembengkakan ginjal dan nephritis ( peradangan ginjal) pada tikus. Hal ini dapat terjadi bila jumlah protein yang dimakan melebihi dari 20 persen dari pada seluruh kalori di dalam makanannya.

            Kelebihan protein dalam tubuh dapat membahayakan oleh sebab tubuh tidak mempunyai tempat untuk menyimpan kelebihan protein tersebut. Dengan demikian tubuh harus membuang kelebihan protein tersebut, dengan cepat mungkin, Mula-mula tubuh meningkatkan pengubahan protein sehingga setengah umur kehidupannya protein diperpendek dan protein dapat dengan lebih cepat dipecahkan sehingga N2 dapat diproseskan di dalam hati dan dikeluaran melalui air seni. Ini berarti membebankan hati dan ginjal dengan pekerjaan yang lebih banyak sehingga akhirnya organ-organ ini dengan perlahan-perlahan mengalami pembesaran (hypertrophy).

Tulang Rapuh ( Osteoporosis )

            Salah satu gejala yang lain yang dapat terjadi bila seorang kelebihan protein ialah kekurangan Kalsium di dalam tubuhnya. Helen M. Lindswiller dan teman-teman sejawatnya dari Universitas Wisconsin menyatakan bahwa seorang laki- laki usia pertengahan harus menerima 47 gram protein dan untuk mengimbangi ini ia memerlukan 500 mg Kalsium dalam makanannya. Tetapi bila makanan proteinnya meningkat jadi 95 gram, keseimbangan itu tidak bisa diperoleh dengan 50 mg Kalsium. Untuk menghindarkan kehilangan Kalsium tubuh, Ia harus menambah pengambilan 800 mg Kalsium per hari, 800 gram protein pun tidak cukup, ia memerlukan 1400 mg Kalsium per hari.

            Makanan daging dalam jumlah banyak dengan sendirinya mengakibatkan penurunan pH darah, yang berati menambahkan pengeluaran Kalsium yang lebih banyak dalam air seni. Telah dibuktikan bahwa kadar Kalsium di dalam cairan ekstra seluler dipertahankan oleh Kalsium tulang, sehingga keseimbangan yang negatip untuk jangka waktu yang lama mengakibatkan melarutnya Kalsium tulang, dan timbullah apa yang disebut dengan Osteoporosis.

            Tulang bereaksi terhadap suasana asam dengan melarutkan garam basanya. Kehilangan dua mllie equivalent Kalsium per hari dalam waktu 10 tahun dapat menyebabkan kehilangan 15 persen zat anorganik tulang. Tidak heran telah diketemukan bahwa orang yang vegetarian mempunyai kemungkinan yang kecil untuk mendapat Osteoporosis. Bahkan dalam satu riset terhadap 1000 orang campuran antara yang vegetarian dan pemakan daging dalam usia di atas 50 tahun, diperoleh laporan bahwa kadar kalsium tulang pada yang memakan daging berada dalam keadaan yang berbahaya dibandingkan dengan mereka yang vegetarian. Sebab terlalu rendah, sehingga kemungkinan untuk patah tulang jauh lebih besar. Dengan demikian bukankah lebih beruntung bila kita adalah seorang vegetarian?

Peradangan Usus Buntu ( Appendicitis)

            Usus buntu adalah satu organ kecil yang sering tidak diperhatikan, tetapi ternyata masalah makanan dapat juga mengakibatkan perdangan usus buntu. Peradangan usus buntu adalah satu hal yang sering anda dengar, bahkan cukup banyak juga kematian yang telah diakibatkan oleh peradangan usus buntu atau komplikasi-komplikasinya. Bila peradangan ini dapat dihindarkan, ini berarti penghematan biaya yang besar, dan pada saat yang sama, penghindaran penderitaan yang besar.

            Para ilmuwan dalam penelitian mereka mendapati bahwa peradangan usus buntu umumnya terjadi oleh sebab salah makan. Laporan medis dari jutaan kasus dari 20 negara dan dalam jangka waktu 50 tahun menunjukkan bahwa peradangan usus buntu adalah hal yang dapat dihindarkan. Penghindaran ini bisa terjadi bila saja lebih banyak makanan yang mengandung serat yang dimakan.

            Riset yang diadakan di Inggris dan Amerika menunjukkan bahwa pada tahun 1880, saat makanan mereka ialah makanan yang mengandung banyak serat, peradangan usus buntu jarang terjadi. Kemudian pada tahun 1920, seorang dokter Inggris yang bernama A.Rendle Short, membandingkan kelompok anak sekolah yang memakan makanan berserat rendah, dengan anak-anak yang tinggal di rumah yatim piatu yang makan-makanan berserat tinggi. Apakah hasilnya? Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa mereka yang memakan makan berserat rendah mempunyai kemungkinan untuk mendapat peradangan usus buntu 10 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang makanannya berserat tinggi. Didapatkan juga bahwa di beberapa negara berkembang seperti Kenya, Uganda, Sudan, Ghan, Nigeria, Rhodesia, Afrika Selatan, Rumania, Mesir dan India, yang memakan makanan berserat tinggi, ternyata peradangan usus buntu hampir tidak dijumpai.

            Bagaimanakah makan berserat tinggi dapat menghindarkan peradangan usus buntu? Mekanismenya tidak jelas Tetapi umumnya diketahui bahwa makanan berserat rendah memperlambat proses pencernaan. Makanan akan berjalan lambat dalam seluruh saluran pencernaan makanan dan dalam setia jam yang berlalu. Di dapatkan lebih banyak lagi air yang diserap. Hal ini akan mendorong pembentukan faecalith, yaitu kotoran-kotoran yang mengeras seperti batu kecil. Waktu kotoran melewati usus, salah satu faecalith yang kecil ini dapat jatuh kedalam umbai cacing yang terbuka dan menyumbatnya. Kadang-kadang usus kecil yang tergenang ini berkembang dan menyebabkan peradangan yang menutup pembukaan usus umbai cacing tersebut.

            Akibatnya, tekanan dalam usus buntu akan bertambah, sehingga dinding direnggangkan sampai menipis sekali, dan ini memperhebat infeksi yang diakibatkan oleh bakteri yang ada. Peradangan akan segera menyusul, yang berarti siap untuk menghadapi pembedahan usus buntu. Berbahagialah anda bila makanan anda bersumber dari tumbuh-tumbuhan. Yakni makanan yang berserat tinggi, yang berarti mempunyai sedikit kemungkinan untuk peradangan usus buntu.

Diverticulosis dan Diverticulitis

            Penelitian penyakit di Amerika dan Eropa, menyatakan bahwa jumlah penderita Deverticulosis cukup besar, bahkantermasuk endemik. Di Inggris saja dilaporkan bahwa 40 persen penduduknya yang berusia di atas 60 tahun, dan 70 persen dari yang berusia 80 tahun ke atas mempunyai problema Diverticulosis.

            Diverticulosis adalah suatu penyakit baru dari usus besar, yang masih belum disebutkan dalam buku kedokteran sampai pada tahun 1916. Gejala-gejala dari penyakitini adalah sebagai berikut : mual, nyeri pada ulu hati, kebanyakan angin, perasaan kembung, nyeri yang hebat pada perut, nyeri dubur, pengosongan usus yang tidak sempurna dan sembelit.

            Bagaimana Diverticulosis dapat timbul? Umumnya diketahui bahwa pada akhir pencernaan, sisa-sisa makanan yang setengah cair akan mengalir menuju ke dubur. Berhasilnya pengeluaran ini, tergantung kepada tiga hal:

  1. Bertahannya garis tengah dari usus besar. Lebih besar garis tengah usus besar tersebut, lebih cepat aliran sisa makan tersebut.
  2. Cairnya sisa makanan tersebut. Terlalu banyak air yang diserap dari sisa makanan tersebut dapat menyebabkan keringnya kotoran tersebut.
  3. Adanya kepastian pengosongan kotoran seluruhnya, bila ada dorongan untuk buang air besar, dengan demikan mencegah pengeringan yang lebih lanjut dan pengerasan kotoran tersebut.

Sembelit ( Constipation)

            Sembelit merupakan suatu keluhan umum yang kita jumpai. Apakah yang menyebabkan sembelit? Makanan berserat terdiri dari 3 macam zat dasar yaitu : lignin, cellulose, dan hemicellulose. Kuman-kuman di usus besar, akan bereaksi dengan serat-serat makanan, dan salah satu produk yang dihasilkan adalah termasuk golongan asam lemak, misalnya asam asetat, asam butirat, dan asam propionat, di mana kesemuanyaasam ini adalah pencahar alamiah, sehingga dengan demikian makanan yang berserat tinggi, menjamin pembuangan kotoran secara cepat, dan teratur. Pada saat yang sama, lignin, akan mengimbangi pengaruh pencaharan dari pada makan berserat tersebut, sehingga diare dapat di cegah. Di samping itu makanan berserat juga mencegah sembelit dengan cara yang lain. Tiap-tiap satu gram serat, dapat memperbesar volume kotoran manusia sampai 20 kali lipat, dengan cara mengisap air dalam jumlah yang banyak. Dengan bertambahnya besarnya volume kotoran tersebut, otot-otot besar akan dirangsang untuk mendorong kotoran keluar dari tubuh.

            Dengan demikian, telah dibuktikan bahwa, bila anda memakan makanan yang berserat tinggi, maka lignin, cellulose dan hemicellulose akan bekerja sama untuk melancarkan pengeluaran kotoran dari tubuh. Jelaslah, makanan berserat tinggi merupakan pencegah sembelit yang terbaik.

Bawasir ( Haemmorrhoid)

            Bawasir adalah pembuluh darah balik yang menonjol keluar dari pada permukaan kulit ataupun selaput lendir di daerah dubur. Yang merupakan efek samping yang paling lazim dari sembelit. Sering sekali kita mendengar bahwa keluhan sembelit, memperhebat penderitaan si penderita bawasir. Mengapakah hal ini dapat terjadi?

            Fungsi dari pada vena ( pembuluh darah balik) ialah untuk mengembalikan darah ke jantung, demikian juga vena-vena yang kecil di dekat dubur, harus dikembalikan darahnya ke jantung, melalui vena yang lebih besar yang terdapat di rongga panggul.