Manfaat Protein untuk Ibu Hamil

Manfaat Protein untuk Ibu Hamil


Pada saat hamil kebutuhan protein harian bisa dibilang semakin meningkat. Hal ini dikarenakan protein digunakan untuk membangun dan membentuk sel tubuh ibu hamil maupun calon bayi. Terlebih pada saat usia kehamilan trimester pertama, protein digunakan untuk pembentukan jaringan otak dan organ janin. Pada usia kehamilan trimester kedua protein digunakan untuk pertumbuhan janin, rahim dan payudara (berkaitan dengan kandungan asi pada saat melahirkan). Sedangkan pada trimester ketiga protein digunakan untuk pertumbuhan janin, penambahan volume darah ibu, dan perkembangan plasenta. Sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk memperhatikan kebutuhan protein harian. Berikut ini adalah beberapa manfaat lain dari protein.

  • Sebagai sumber kalori.  
  • Berperan dalam pembentukan darah 
  • Membentuk antibodi bagi perempuan hamil dan janin. 
  • Menjaga kesehatan tulang perempuan hamil dan janin

Jumlah Protein yang Dibutuhkan Ibu Hamil Selama Hamil
Seiring bertambahnya usia kehamilan, kebutuhan gizi ibu hamil juga semakin meningkat, begitu juga lagi janin yang dikandungnya. Bila pada biasanya sebelum hamil kebutuhan energi seorang wanita hanya berkisar 1.900 kkl dengan kebutuhan protein sebanyak 50 gr per hari, maka pada saat hamil kebutuhan protein semakin meningkat begitu juga kebutuhan energinya yaitu sekitar 2080 kkl dan 68 gr protein perhari. Apakah hanya kebutuhan protein saja yang harus dipenuhi? Sudah jelas tidiak hanya itu saja, melainkan kebutuhan gizi lainnya juga harus tetap terpenuhi dengan baik. Seperti yang telah dikemukakan oleh dokter spesialis gizi klinis, dr Inge Permadhi, MS, SpGK dalam situs harian kompas, asupan nutrisi seimbang sebaiknya dipersiapkan oleh calon ibu jauh sebelum kehamilan. Setiap hari, wanita perlu menerapkan pola makan sehat. Ketika gizi seimbang persiapan kehamilan terpenuhi, pada saat hamil dan melahirkan ia akan memiliki cadangan nutrisi yang mencukupi.

Kebutuhan protein seorang ibu hamil selama masa kehamilan dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi beberapa bahan pangan seperti berikut ini:

  • Daging sapi, 
  • Unggas (bisa ayam, bebek, ataupun burung) 
  • Ikan dan kerang 
  • Putih telur 
  • susu,
  • olahan susu (seperti keju dan yogurt) 

Di atas adalah beberapa sumber protein yang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan protein selama masa kehamilan karena mengandung sembilan komponen asam amino. Namun bila kebutuhan protein yang berasal dari hewani tidak dapat tercukupi karena alasan tidak suka atau mual ketika mencium aromanya, Ibu hamil dapat menggantinya dengan sumber protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau protein nabati. Makananan sumber protein nabati yang disarankan yaitu kacang-kacangan, tahu, tempe dan lainnya.

Hal yang terpenting adalah jangan pernah memantang berbagai jenis makanan yang mengandung protein yang memang sedang dibutuhkan bagi ibu hamil. Namun juga harus diingat bahwa dalam mengkonsumsi setiap makanan tersebut jangan sampai berlebihan, karena bila berlebihan juga akan menimbulkan masalah kesehatan, baik bagi ibu hamil dan juga janin misalnya obesitas pada saat hamil.

Ada beberapa contoh komposisi protein pada makanan sumber protein yang baik:

Olahan Susu

  • 1/2 cangkir 1% keju cottage: 14 g 
  • 1/2 cangkir keju ricotta: 14 g 
  • 8 ons yogurt rendah lemak: 9-12 g 
  • 1 ons keju Parmesan: 11 g 
  • 1 ons keju Swiss: 8 g 
  • 1 cangkir susu skim: 8 g 
  • 1 ons keju mozzarella: 7 g 
  • 1 ons keju cheddar: 7 g 
  • 1 telur besar segar: 6 g 

Kacang-kacangan

  • 1/2 cangkir tahu mentah (produksi pabrik): 20 g 
  • 1 cangkir lentil yang dimasak: 18 g 
  • 1 cangkir kacang hitam kalengan: 15 g 
  • 1 cangkir kacang merah kalengan: 13 g 
  • 1 cangkir buncis kalengan: 12 g 
  • 1 cangkir kacang pinto kalengan: 12 g 
  • 2 sendok makan selai kacang halus: 8 g 
  • 1 ons kacang goreng kering: 7 g 
  • 1 cangkir susu kedelai murni: 6 g 

Daging, unggas dan ikan
Sementara pada daging adalah sebagai berikut:

  • 1/2 dada ayam panggang (tidak ada kulit): 27 g 
  • 3 ons salmon: 23 g 
  • 3 ons ikan: 23 g 
  • 3 ons daging sapi tanpa lemak: 21g 

Tidak semua daging ikan aman dikonsumsi selama masa kehamilan. Karena ada beberapa ikan yang memiliki kandungan merkuri atau kadar merkuri yang tinggi dan sangat berbahaya bagi kesehatan dan juga janin. Bila ingin mengkonsumsi ikan, sebaiknya konsumsilah ikan kurang lebih sebanyak 12 ons dalam satu minggu selama masa kehamilan. Protein memang dibutuhkan bagi ibu hamil dan janin, akan tetapi mengkonsumsi protein apalagi protein yang bersumber dari hewani pasti selalu berdampingan dengan lemak. Untuk itulah perhatikan jumlah dan porsi ideal protein yang dibutuhkan tubuh Anda selama masa kehamilan Anda. Sebagai saran, masaklah sumber protein tersebut dengan cara yang aman agar lemak dan kolesterol Anda tidak meningkat selama masa kehamilan. Masaklah semua sumber protein hewani dengan cara direbus, dikukus, dipepes, atau ditumis dengan sedikit minyak. Jangan pernah menggunakan minyak yang terlalu banyak. Meskipun protein baik untuk ibu hamil dan perkembangan janin, tetap saja harus dalam takaran yang wajar dalam mengkonsumsinya.

Berikut ini adalah beberapa dampak apabila ibu hamil kekurangan protein.

  • Berat badan bayi pada saat lahir di bawah normal 
  • Pertumbuhan otak janin terganggu. 
  • Ukuran dan jumlah sel otak berkurang, tidak seperti pada bayi normal lainnya 
  • Cacat bawaan pada bayi, 
  • dan juga masalah pada asi ketika hendak memberikan asi eksklusif 

Apabila ibu hamil kelebihan gizi, dampak buruk yang akan dialami yaitu:

  • Berat badan ibu hamil akan meningkat (kegemukan) 
  • Memakan makanan yang berlebihan pada saat  hamil biasanya menjadi penyebab timbulnya kencing manis dan preeklampsia, selain mengakibatkan calon ibu  lekas lelah dan sulit menjaga keseimbangan badan. 
  • Pertambahan BB yang berlebihan bisa membuat pertumbuhan janin terhambat. Karena, apabila terjadi odem/bengkak dan hipertensi, asupam nutrisi ke janin akan menurun sebab terjadi penyempitan pembuluh darah. Bukannya tidak mungkin situasi ini membuat kematian janin saat berada di dalam rahim. 

Tanda dan Gejala Ibu Hamil Kekurangan Protein
Pengecekan kekurangan protein pada ibu hamil biasanya tidak secara rutin diproses/kerjakan. Menurunya jumlah  protein juga tidak menimbulkan gejala khusus yang dapat dirasakan oleh ibu hamil. Mengingat asupan protein dapat diperoleh bersamaan dengan asupan bahan makanan lain yang mengandung (karbohidrat, lemak, dan lainnya).

Oleh karena itu, prasangka adanya ketidakcukupan protein umumnya dilihat dari penambahan berat badan ibu hamil yang kurang atau bahkan menurun. Seperti yang sering kita dengar, kecukupan gizi ibu hamil secara sederhana akan tercermin pada penambahan berat badan yang cukup selama hamil (untuk ibu dengan indeks masa tubuh normal penambahan BB selama hamil adalah 11.5—16 kg).

Dugaan ketidakcukupan protein dapat juga timbul pada saat janin terpantau tidak tumbuh seperti seharusnya saat pemeriksaan rutin kehamilan. Pada kondisi seperti ini, umumnya dokter kebidanan akan membantu bekerja sama dengan dokter ahli gizi agar ibu hamil dapat mengatur dan memperbaiki pola dan menu makanannya yang dikonsumsi.