Manfaatnya Brokoli, Wortel dan Tomat

Manfaatnya Brokoli, Wortel dan Tomat


Mengonsumsi makanan sehat sangatlah penting, dan manfaatnya segudang. Maksud dari makanan sehat adalah makanan yang memberikan berbagai nutrisi dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan tubuh.

Berikut di bawah ini brokoli, wartel dan tomat makanan sehat yang bisa Anda konsumsi:

1. Brokoli
Brokoli adalah sumber serat, vitamin K dan vitamin C yang sangat baik, dan mengandung sejumlah protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa sayuran lainnya. Pada artikel berjudul The Many Health Benefits of Broccoli (Medicalnewstoday.com) menyebutkan banyak penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi makanan seperti brokoli dapat menurunkan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya. Selain itu, konsumsi brokoli juga bermanfaat untuk kesehatan kulit dan rambut, meningkatkan energi tubuh, dan dapat menurunkan berat badan secara keseluruhan. Penelitian menunjukan mengonsumsi makanan seperti brokoli dalam jumlah yang tinggi (sesuai kebutuhan tubuh) telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, terutama kanker paru-paru dan usus besar. Brokoli mengandung folat yang diketahui dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita. Konsumsi asupan folat yang cukup juga telah diketahui peneliti bermanfaat untuk mencegah kanker usus besar, perut, pankreas, dan serviks. Peneliti meyakini bahwa ada kemungkinan folat berperan positif dalam produksi DNA dan RNA, serta mencegah terjadinya mutasi sel tubuh. Konsumsi borokoli yang mengandung vitamin K dapat meningkatkan kesehatan tulang. Dimana kekurangan asupan vitamin K telah dikaitkan dengan berbagai masalah pada tulang. Vitamin K bermanfaat untuk kesehatan tulang, yang perannya juga dapat meningkatkan penyerapan kalsium di dalam tubuh. Brokoli kaya akan vitamin C, yang merupakan antioksidan penting dalam menjaga kesehatan kulit, dan melawan kerusakan kulit. Bukan hanya jeruk yang kaya akan vitamin C, brokoli juga.

Konsumsi brokoli dapat menjaga kesehatan pencernaan dan melancarkan proses detoksifikasi alami. Dimana brokoli mengandung serat alami yang manfaatnya dapat mencegah sembelit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga mencegah kanker usus besar. Bahkan, asupan serat pada borokoli bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis. Menurut Departemen Ilmu Penyakit Dalam dan Program Ilmu Gizi Universitas Kentucky, asupan serat telah dikaitkan dengan penurunan risiko secara signifikan pada penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, diabetes, obesitas, dan penyakit pencernaan tertentu. Dari laman Alodokter.com menyebutkan banyak manfaat makan brokoli yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membuat terlihat awet muda, membantu sistem pencernaan tubuh, dan memberikan kontribusi untuk kesehatan tulang. Anda bisa mengolah brokoli ini menjadi salad, mengukusnya, hingga membuat tumisan yang dicampur dengan bahan lain (seperti daging ayam atau sayuran lainnya).

2. Wortel

Wortel kaya akan nutrisi seperti serat dan vitamin K. Wortel juga sangat tinggi antioksidan yang memiliki banyak manfaat.
Pada artikel berjudul What are the health benefits of carrots? (Medicalnewstoday.com) menjelaskan bahwa wortel mengandung antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kanker, vitamin A dalam wortel membantu mencegah kehilangan penglihatan. Bukti menunjukkan bahwa konsumsi lebih banyak sayuran kaya antioksidan seperti wortel, dapat mengurangi risiko kanker dan penyakit kardiovaskular. Wortel mengandung beta-karoten. Studi telah menunjukan bahwa suplementasi beta-karoten dapat mengurangi risiko kanker paru-paru, namun hal ini tampaknya tidak berlaku untuk para perokok. Beta-karoten dapat mengurangi risiko kanker usus besar, hal ini menurut para peneliti yang mempelajari 893 orang di Jepang. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa ekstrak jus wortel dapat membunuh sel leukemia dan menghambat perkembangannya. Wortel sangat bermanfaat untuk mata karena mengandung vitamin A. Kekurangan vitamin A menyebabkan xerophthalmia, yaitu penyakit mata yang bisa merusak penglihatan normal dan mengakibatkan ketidakmampuan untuk melihat dalam cahaya rendah. Satu cangkir wortel cincang menyediakan lebih dari 100 persen dari kebutuhan rata-rata harian vitamin A yang direkomendasikan. Wortel berperan dalam kontrol diabetes. Antioksidan dan fitokimia dalam wortel membantu mengatur kestabilan gula darah. Wortel mengandung vitamin C, yang merupakan antioksidan penting untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyakit. Vitamin C dapat mengurangi tingkat keparahan pilek atau flu. Antioksidan Beta-karoten membuat wortel berwarna oranye cerah. Beta-karoten diserap di usus dan diubah menjadi vitamin A selama di pencernaan.

Ingat!! Konsumsi wortel tidak boleh berlebihan atau terlalu banyak, dampaknya bisa menyebabkan munculnya sedikit warna oranye pada kulit (walaupun ini tidak berbahaya bagi kesehatan), adapun bahayanya yang serius yaitu asupan berlebihan vitamin A dapat menjadi racun bagi tubuh. Orang yang sedang menggunakan obat-obatan yang berasal dari vitamin A, seperti isotretinoin / roaccutane (untuk jerawat) atau acitretin (untuk psoriasis) maka jangan mengonsumsi wortel dalam jumlah besar.

3. Tomat
Tomat biasanya dikategorikan sebagai sayuran, walaupun secara teknis adalah buah. Tomat sarat dengan nutrisi seperti potasium dan vitamin C.
Dari artikel berjudul Everything you need to know about tomatoes (Medicalnewstoday.com), ada banyak manfaat kandungan gizi tomat seperti untuk kesehatan kulit, membantu penurunan berat badan, dan menjaga kesehatan jantung. Manfaat tomat juga membantu melindungi tubuh terhadap resiko kanker, menjaga kesehatan tekanan darah, dan mengurangi tingkat glukosa darah pada penderita diabetes. Tomat mengandung senyawa lutein dan lycopene. Manfaatnya dapat melindungi mata dari kerusakan ringan. Senyawa tersebut merupakan antioksidan kuat yang telah terbukti dapat melindungi mata dari kerusakan akibat cahaya, serangan katarak, dan degenerasi makula terkait usia (AMD). Tomat adalah sumber vitamin C dan antioksidan lain yang sangat baik. Kandungan penting ini bermanfaat untuk memerangi bahaya pembentukan radikal bebas. Radikal bebas merupakan penyebab kanker. Tomat mengandung lycopene dan polifenol yang khasiatnya telah dikaitkan dengan pencegahan kanker prostat. Manfaat tomat yang mengandung beta-karoten dapat mengurangi risiko kanker usus besar. Adapun kandungan seratnya dikaitkan dengan penurunan risiko kanker kolorektal. Kandungan serat, kalium, vitamin C, dan kolin dalam tomat, semuanya mendukung kesehatan jantung. Tomat juga mengandung folat yang bermanfaat untuk menyeimbangkan kadar homocysteine. Kadar homocysteine yang terlalu tinggi akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Kandungan folat bekerja untuk mencegah tingginya kadar homosistein.

Tomat mengandung kadar air dan serat yang tinggi, manfaatnya dapat menghidrasi tubuh (agar terhindar dari dehidrasi), serta menjaga kesehatan dan fungsi usus agar berjalan dengan normal. Sehingga, terkadang tomat disebut sebagai buah pencahar. Asupan serat memiliki peran yang penting dalam mencegah atau mengurangi penyakit sembelit. Tapi hal ini bukan berarti Anda diperbolehkan mengonsumsi asupan serat secara berlebihan. Tomat mengandung vitamin C, produksi kolagen di dalam tubuh bergantung pada vitamin C. Kolagen berperan penting dalam menjaga kesehatan dan tampilan pada kulit, kuku dan rambut. Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan kulit mudah keriput, kendur, hingga resiko penyakit kudis. Vitamin C juga merupakan antioksidan yang kuat, yang manfaatnya melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari, polusi, dan asap. Tomat mengandung folat yang bermanfaat selama masa kehamilan, kandungan folat berperan dalam pertumbuhan dan melindungi janin di dalam kandungan. Tomat mengandung serat, vitamin A, vitamin C, kalsium, potasium, fosfor, protein, air. Tomat juga mengandung nutrisi bermanfaat dan antioksidan berupa asam alpha-lipoic, lycopene, choline, asam folat, beta karoten dan lutein.

Ingat!! Jenis obat beta-blocker menyebabkan kadar kalium meningkat dalam darah. Makanan tinggi potasium seperti tomat harus dikonsumsi dalam jumlah sedang (terbatas) ketika sedang dalam masa mengonsumsi obat beta-blocker. Tomat termasuk buah/sayuran dengan paparan tingkat residu pestisida cukup tinggi, sehingga cuci tomat sebelum makan.